Sabtu, 20 Februari 2016

SUBHANALLAH...Polwan Cantik Ini Penghafal Alquran



   Bripda Rizka Munawwaroh. Dialah personel Polda Sumatera Selatan yang hafal 20 juz Alquran. Polisi wanita berparas ayu ini terus berusaha menuntaskan hafalan hingga 30 juz.

Rizka lahir di Palembang pada 15 Agustus 1996. Bungsu dari dua bersaudara itu telah menghafal Alquran sejak duduk di bangku sekolah dasar.

“Meski sempat berhenti, namun SMP ia kembali menghafal hinggan saat ini,” demikian keterangan yang dilansir Humas Polri.

Dalam menghafal, Rizka meggunakan sistim membaca tiga kali, lalu diulang kembali per ayat. “Dengan ini, ia yakin dapat menghafal Alquran sebanyak 30 juz.”

Misalnya, saat lulus SMA, dia punya cita-cita kuliah di Mesir. Setelah ikut tes, ternyata lulus seleksi.

Pada saat bersamaan, Rizka ikut tes polisi, dan lulus pula. Setelah memikirkan masak-masak, dia akhirnya memutuskan menjadi Polwan. ”Rizka menganggap menjadi aparatur negara adalah jalan hidupnya.”

Meski demikian, Rizka tak meninggalkan usahanya menghafal Alquran. Di samping kesibukan sebagai polisi, dia tetap berusaha menghafal Kitab Suci.

“Harapannya kedepan, Bripda Rizka dapat menuntaskan menghafal Alquran hingga 30 juz.”

Kamis, 11 Februari 2016

Putuskan Berhijab, Maia Estianti Mulai Tinggalkan Dunia Musik

Mantan istri Ahmad Dhani dan mantan anggota group Ratu, Maia Estianti (39) memutuskan untuk mengenakan hijab. Keputusan berhijab diambil setelah Maia memutuskan untuk mulai mengurangi bermusik sejak ditinggal Mey Chan rekan duetnya ke Singapura.
Maia kini beralih ke bisnis kecantikan dan perawatan kulit. Bisnis barunya kini menjadi perioritasnya dalam kesibukannya sehari-hari. Maia mengatakan sejak Mey Chan pindah ke Singapura, praktis kesibukannya di panggung musik menjadi berkurang dan berhenti.
Kesempatan tersebut digunakan Maia untuk memutuskan berhijab dan menggeluti dunia yang baru, yaitu berbisnis.
“Ini usaha saya diluar musik. Sekarang musik justru sudah menjadi masa lalu saya, saya sudah bosen,” ucap Maia.
Apalagi Maia merasa, lewat berbisnis, ilmu yang pernah didapatkan selama kuliah di jurusan komunikasi, Universitas Indonesia (UI), Depok, berguna.
“Tugas saya branding. Ilmu saya kepake. Tantangan saya itu mengenalkan produk biar orang tahu,” tutur ibunda Al, El, dan Dul ini.


Minggu, 07 Februari 2016

Syair Imam Ali as teruntuk Sayyidah Fatimah as.


ﻚﺒﺣﺍ ﺎﻤﻠﺜﻣ ﻲﺘﻧﺍ
Uhibbuki mitsla maa anti
Aku mencintaimu apapun dirimu
ﻚﺒﺣﺍ ﺎﻤﻔﻴﻛ ﻲﺘﻨﻛ
Uhibbuki kaifa maa Kunti
Aku mencintaimu bagaimanapun
keadaanmu
ﺎﻤﻬﻣﻭ ﻥﺎﻛ ﺎﻤﻬﻣ ﺭﺎﺻ
Wa mahmaa kaana mahmaa shooro
Apapun yang terjadi dan selamanya
ﻲﺘﻧﺍ ﻰﺘﺒﻴﺒﺣ ﻲﺘﻧﺍ
Antii habiibatii anti
Engkaulah cintaku
ﻲﺘﺟﻭﺯ
Zaujatii
Duhai istriku
ﻲﺘﻧﺍ ﻰﺘﺒﻴﺒﺣ ﻲﺘﻧﺍ
Antii habiibatii anti
Engkaulah kekasihku
ﻲﻟﻼﺣ ﺖﻧﺍ ﻻ ﻰﺸﺧﺍ ﻻﻭﺰﻋ ﻪﻤﻫ ﻲﺘﻘﻣ
ﺪﻘﻟ ﻥﺫﺍ ﻥﺎﻣﺰﻟﺍ ﺎﻨﻟ ﻞﺻﻮﺑ ﺮﻴﻏ ﻲﺘﺒﻨﻣ
Halaalii anti laa akhsyaa ‘azuulan
himmuhuu maqti
Laqod adzinaz zamaanu lanaa
biwushlin ghoiri
munbatti
Engkau istriku yang halal, aku tidak
peduli celaan orang.
Kita satu tujuan untuk selamanya.
ﺖﻴﻘﺳ ﺐﺤﻟﺍ ﻲﻓ ﻲﺒﻠﻗ ﻦﺴﺤﺑ ﻞﻌﻔﻟﺍ ﺖﻤﺴﻟﺍﻭ
ﺐﻴﻐﻳ ﺪﻌﺴﻟﺍ ﻥﺇ ﺖﺒﻏ ﻮﻔﺼﻳﻭ ﺶﻴﻌﻟﺍ ﻥﺇ ﺖﺌﺟ
Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi’li
wassamti
yaghiibus sa’du in ghibti wa yashful
‘aisyu in ji’ti
Engkau sirami cinta dalam hatiku
dengan indahnya perangaimu.
Kebahagiaanku lenyap ketika kamu
menghilang lenyap ,
Hidupku menjadi terang ketika kamu
disana.
ﻱﺭﺎﻬﻧ ﺡﺩﺎﻛ ﻰﺘﺣ ﺍﺫﺇ ﺎﻣ ﺕﺪﻋ ﺖﻴﺒﻠﻟ
ﻚﺘﻴﻘﻟ ﻰﻠﺠﻧﺎﻓ ﻲﻨﻋ ﻯﺎﻨﺿ ﺍﺫﺍ ﺎﻣ ﺖﻤﺴﺒﺗ
Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa
‘udtu lilbaiti
Laqiituki fanjalaa ‘annii dhonaaya idzaa
maa tabassamti
Hari2ku berat sampai aku kembali ke
rumah menjumpaimu.
Maka lenyaplah keletihan ketika kamu
senyum.
ﻖﻴﻀﺗ ﻰﺑ ﺓﺎﻴﺤﻟﺍ ﺍﺫﺍ ﺎﻬﺑ ﺎﻣﻮﻳ ﻲﺘﻣﺮﺒﺗ
ﻰﻌﺳﺄﻓ ﺍﺪﻫﺎﺟ ﻰﺘﺣ ﻖﻘﺣﺍ ﺎﻣ ﻲﺘﻴﻨﻤﺗ
Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa
yauman tabarromti
Fa as’aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa
tamannaiti
Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih,
maka aku akan berusaha keras sampai
benar mendapatkan apa yang engkau
inginkan.
ﻰﺋﺎﻨﻫ ﺖﻧﺍ ﻰﺌﻨﻬﺘﻠﻓ ﺀﻑﺪﺑ ﺐﺤﻟﺍ ﺎﻣ ﻲﺘﺸﻋ
ﺎﻧﺎﺣﻭﺮﻓ ﺪﻗ ﺎﻔﻠﺘﺋﺍ ﻞﺜﻤﻛ ﺽﺭﻻﺍ ﺖﺒﻨﻟﺍﻭ
Hanaa’ii anti faltahna’ii bidifil hubbi
maa ‘isyti
Faruuhanaa qodi’talafaa kamitslil ardhi
wannabti
Engkau kebahagiaanku. Tanamkanlah
kebahagiaan
selamanya.
Jiwa2 kita telah bersatu bagaikan tanah
dan tumbuhan

Senin, 01 Februari 2016

Orang-orang Yang Dilaknat Di Dalam Al-Quran Dan Hadis. Hati-hari dengan orang yang Ahli Fitnah.


Dilaknat artinya disingkirkan dan dijauhkan oleh Allah dari rahmat-Nya, dan dimurkai oleh-Nya.
Orang-Orang yang dilaknat dan dikutuk di dalam Al-Qur’an:
1. Orang-orang kafir dan yang ingkar
“Mereka berkata: hati kami tertutup. Tetapi sebenarnya Allah telah melaknat mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.” (Al-Baqarah: 88)
“Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang yang kafir, dan menyiapkan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka).” (Al-Ahzab: 64).
2. Orang-orang yang menentang kebenaran
“Hai orang-orang yang telah diberi Al-kitab, berimanlah kamu pada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami merubah wajahmu, lalu Kami laknat mereka sebagaimana Kami telah melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu, dan ketetapan Allah pasti berlaku.” (Al-Nisa’: 47)
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al-Kitab? Mereka mempercayai Jibt dan Thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Barangsiapa yang dilaknat oleh Allah, niscaya kamu kamu tidak akan mendapat penolong baginya.” (An-Nisa’: 51-52).
3. Para pemimpin dan pembesar yang menyesatkan
“Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan di dalam neraka, mereka berkata: sekiranya kami mentaati Allah dan Rasul-Nya. Dan mereka berkata: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan
kami dari jalan yang benar. Ya Tuhan kami, timpakan kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.” (Al-Ahzab: 66-68)
4. Orang-orang yang memutuskan silaturrahim, dan orang-orang yang murtad
“Apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan memutuskan silaturrahim? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan telingan mereka serta dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (Muhammad: 22-23)
5. Orang-orang yang menentang undang-undang Ilahiyah dan menyimpan kebenaran.
“Sesungguhnya orang-orang yang menyimpan apa yang Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami menerangkannyakepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh semua makhluk yang dapat melaknat. Kecuali mereka yangtelah bertaubat dan melakukan perbaikan dan menerangkan kebenaran,
mereka itu Akulah Yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah: 159-160)
6. Para pemimpin kekufuran dan pelaku kerusakan di muka bumi
“Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di muka bumi, orang-orang itulah yang mendapat laknat dan lagi mereka yang memperoleh kediaman yang buruk (Jahannam).” (Ar’d: 25).
7. Orang-orang munafik yang menyakiti Rasulullah saw
“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allahakan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (Al-Ahzab: 57)
“Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari penyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu untuk memerangi mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu melainkan dalam waktu yang sebentar, dalam keadaan terlaknat. Dimana
saja mereka jumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-sehebatnya.” (Al-Ahzab: 60-61)
“Allah mengancam orang-orang munafik laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknat mereka. Bagi mereka azab yang abadi.” (At-Taubah: 68).
8. Orang-orang yang zalim
“Penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka: Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang dijanjikan kami oleh Tuhan kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan yang sebenarnya apa yang dijanjikan kepadamu oleh Tuhanmu? Mereka penghuni neraka menjawab: Betul. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: Laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim.” (Al-A’raf: 44)
“Mereka itu (orang-orang yang zalim) balasannya: Sesungghnya atas mereka laknat Allah ditimpakan, demikian juga laknat malaikat dan semua manusia.” (li-Imran: 87).
9. Orang-orang yang membunuh orang mukmin
“Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahannam, kekal di dalamnya, Allah murka dan melaknatnya, dan menyiapkan baginya azab yang besar.” (An-Nisa’: 93).
10. Iblis. (Al-Hijr/15: 35; Shaad: 78)
“Sesungguhnya atasmu (Iblis) laknat sampai hari kiamat.” (Al-Hijr/15: 35)
11. Orang-orang yang menuduh berzina terhadap perempuan yang baik-baik dan suci
“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita baik-baik dan beriman (berbuat zina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.” (An-Nur: 23)
12. Orang-orang yang menyalahi pemimpin yang saleh
“Mereka selalu diikuti laknat di dunia dan hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum ‘Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum ‘Ad yaitu kaum Hud.” (Hud: 60).
“Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Mhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada pula yang telah musnah.” (Hud: 100).

Orang-orang yang dilaknat di dalam hadis Rasulullah saw:

Rasulullah saw bersabda: “Ada lima orang yang dimohonkan laknat atas mereka dan semua nabi mengaminkannya: (1) Orang yang menambah kitab Allah dan meninggalkan sunnahku, (2) orang yang mendustakan takdir Allah, (3) orang yang mengatakan halal atas nama keluargaku apa yang diharamkan oleh Allah, (4) orang yang mementingkan dirinya dalam harta rampasan perang yang dihalalkan baginya, (5) orang yang mengajak berbuat baik sementara dirinya meninggalkannya atau melarang orang lain berbuat dosa sementara dirinya melakukannya.” (Al-Wasail11: 271).